Syair yang Tidak Perlu Dibaca

Aku meragu dalam ketidakmampuanku. Tentang ketidakberdayaaan yang hanya aku dan Dia yang tahu. Ya, biar saja ini menjadi rahasia yang kupeluk erat dalam dekapanku.

Aku merindu, dalam kehampaan yang tak terbatas. Tentang cinta yang tak dapat kurasa. Tentang setitik cahaya yang telah terpadamkan. Sungguh, telah jauh aku melesat. Dari Dia. Dia. Ya, dari Dia.

Aku menyepi dalam keramaian yang mengoyak telinga. Dari desas desus keji yang mengudara bebas. Biarkan saja semuanya lepas. Tapi biarkan aku menikmati sejengkal aroma hati yang kian lama kian pudar tak berbekas.

Aku tertawa sendiri. Sungguh, hidup ini lucu. Ibarat ayam yang hendak bertelur, kenapa orang lain yang berkotek. Ibarat anjing yang menjaga rumah, kenapa tetangga sebelah yang menggonggong. Sibuk mengurusi orang lain.

Atau, kadang lebih aneh lagi. Terbentuk kegelisahan-kegelisahan tidak penting menyala dalam diri. Membakar semangat menjadi abu. Lalu berserakan dihempas angin lalu. Hingga yang tersisa hanya seonggok tubuh yang bergerak tanpa berfikir. Hanya tinggal sebongkah hati tanpa rasa khwatir.

Jangan-jangan, Kau juga sama sepertiku. Dan juga orang kebanyakan. Tidak Pernah berterima kasih atas oksigen yang Kau hirup. Atas mata yang masih bisa dipakai untuk melihat. Atas umur yang bisa Kau pakai untuk bertaubat.

Memang. Aku, kau, dia dan mereka selalu kufur nikmat. Rumput hijau yang telah dipunya terlihat kuning. Daun lebat yang dimiliki terlihat jarang. Dan batang yang kokoh dipunyai terlihat rapuh.

Jadi, apa mauku? Apa maumu? Apakah kita cukup tahu?

Kita tidak bisa memeluk gunung. Yang paling penting sekarang adalah memeluk hati. Biar ia kembali hangat. Agar kembali ia hidup.

Karena, telah lama hati itu mati. Kering gersang ditengah panasnya gurun garang. Sirami dia. Beristighfarlah.

Astagfirullahal’azim.
Astagfirullahal’azim.
Astagfirullahal’azim.

Advertisements

2 thoughts on “Syair yang Tidak Perlu Dibaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s