Jika aku lelaki, aku Akan Menaklukan Hati Para wanita

“Pergi saja kemana sesuka hatimu. Mau kemana saja engkau aku tidak akan melarang. Atau bahkan jika Kau ingin mencari wanita lain yang lebih baik, tidak mengapa bagiku. Mungkin sudah itu takdirku.”

Suara wanita itu sudah agak tinggi. Mukanya merah padam. Sedangkan si lelaki diam saja. Entah karena dia yang sabar. Atau diam karena memang merasa bersalah.

“Tiap hari Engkau hanya memberi dosa kepadaku. Tiap hari ada-ada saja sesuatu yang tak kenak di hatiku. Tiap hari ada-ada saja hal yang membuatku merasa tidak enak.”
Si perempuan masih saja berkoar-koar melimpahkan kekesalannya. Aku hanya bisa melihat dan mendengar. Aku tidak berani untuk berucap.

Akhirnya si lelaki mulai buka suara. “Kalau ada sesuatu yang ingin disampaikan, tolong berbicaralah dengan lembut. Kenapa harus dengan nada seperti itu?”

“Dari tadi pun aku sudah bicara dengan lembut, mengingatkan. Tapi tidak didengar. Tak hanya sekali dua kali. Tapi sudah lebih dari lima kali. Namun tidak digubris sedikitpun. Kalau suaraku udah agak tinggi, kenapa baru ada respon? Kenapa harus menunggu aku marah dulu? Sabar itu ada batasnya. Kalau sudah jadi suami istri itu, kita harus seiya sekata. Jangan suka-suka sendiri saja.” Ucap Wanita berbaju merah dan berambut sebahu itu tanpa kehabisan kata-kata.

” Tolonglah. Jangan memberiku banyak dosa.” Ujarnya lagi dengan suara yang mulai pelan.

“Tolong jangan dorong aku masuk neraka. Sekarang begini saja, kalau sudah tidak cocok kita rasanya, ya sudah. Cari saja wanita lain. Belum terlambat kita untuk berpisah. Masih banyak bunga di taman. Tinggal pilih saja mana yang disuka. Aku tidak akan melarang.” Lanjut wanita itu dengan nada masih rendah tapi menusuk dada.

“Jangan berkata seperti itu. Tidak baik.” Balas si suami dengan singkat.

“Kalau begitu, tolonglah kita jangan saling menyakiti hati. Tolonglah kita saling menghormati dan menghargai.”

Aku angguk-angguk. Aku saksi mata. Memang betul. Aku mengiyakan ucapan perempuan itu. Kalau sudah ijab kabul ya memang harus begitu. Seiya sekata. Agar tidak terjadi perang dunia ketiga. Ah. Aku lelah sebenarnya. Dalam seminggu pasti ada-ada saja hal yang dipermasalahkan.

Yang kuperhatikan, kalaulah ada masalah, ada hal yang tidak sesuai, dan jika ada salah seorang  yang menyampaikan pendapatnya dengan nada dan kata-kata yang tidak pas, maka sudahlah. Langsung mulai lagi sesi perdebatannya.

Kadang kulihat. Si wanita ini memang tidak mau kalah. Apa yang dikatakannya semuanya serasa benar olehnya. Tapi agak unik juga. Kalau si lelaki sudah mulai mengalah, si perempuan kayaknya luluh juga. Bahkan merasa bersalah pula tentang ucapan yang kadang sedikit tidak sopan terhadap suaminya.

Dan dari yang kuamati, memang benar seorang suami itu dituntut untuk sabar. Karena jika hatinya pun mudah bergejolak seperti si wanita, mau dibawa kemana si Rumah Tangga. Sekali mengucapkan talak, maka pisahlah mereka. Nah, beruntunglah wanita-wanita yang mendapatkan suami yang sabar. Yang mau mengalah dan mau membujuk si istri saat dia marah.

Yang parahnya, si lelaki yang membuat masalah, dia pula yang tidak sabar, dan dia juga yang marah-marah. Alamak! Makan hati sajalah si wanitanya. Makan banyak tapi tubuh kurus kering karena otak selalu bekerja menahan semua masalah.

Ah. Seandainya aku lelaki, aku pasti bisa menaklukkan hati para wanita. Tapi apalah daya, aku hanyalah perpaduan semen dan batu bata tanpa bisa berbuat apa-apa.

image

#Tugasfiksimateri1.

Advertisements

2 thoughts on “Jika aku lelaki, aku Akan Menaklukan Hati Para wanita

  1. Dinding jadi pengamat, ya mba?
    Unik nih.
    Sedikit catatan; manfaatkan dan gunakan tanda baca yang tepat, khususnya pada bagian dialog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s