lihat dan renungkan

Lihat ke bawah. Lantai keramik begitu bersih putih. Tapi itu takkan begitu lama. Ia akan berdebu. Terinjak dan kotor. Begitu pun dengan Kau, wahai manusia. Beristighfarlah, untuk menyucikan hatimu.

Lihat ke atas. Akan terlihat langit biru merekah berpadu si awan putih cerah. Tapi itu juga tidak selamanya. Yang biru akan berganti hitam. Yang terang akan berganti kelam. Jadi apa yang Kau banggakan dari kehidupan. Karena susah senang itu akan bergantian. Kita masing-masingnya akan mendapat giliran.

Lihatlah kesamping lagi, Kawan. Kau akan melihat pepohonan. Begitu rimbun. Begitu teduh. Tapi itu takkan lama. Angin akan datang menerjang. Menjatuhkan daun-daun ke halaman. Hingga waktu membuatnya menyatu dengan tanah.

Maka begitupun kita, Kawan. Saat kecil kita tumbuh dan menjadi besar. Dan pada akhirnya, ke dalam tanah jualah kita kembali pulang. Karena itu kawan, jangan tertipu dunia hingga tiada gunanya sebuah penyesalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s