Jika ingin bahagia

Beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku takhlukkan dunia.

Begitulah ucap presiden pertama kita, Bapak Soekarno yang tercinta.

Ucapan itu tidak main-main kawan. Melainkan sarat makna.

Kenapa saya mengatakan hal itu? Cobalah bawakan saja dulu ke diri sendiri, ketika kita yang masih muda ini, ingin melakukan sesuatu dengan sungguh-sunggguh, bukankah kita bisa mendapatkannya?

Begitulah kekuatan pemuda. Jika inginnya diiringi dengan usaha dan doa, saya yakin seyakin-yakinnya, ia akan mendapatkannya. Kecuali satu dua orang, jika takdir berkata lain, tersirat sesuatu yang lebih baik dari apa yang diinginkannya.

Lagi-lagi saya teringat kata profesor saya yang kemarin yang dalam tulisan – – lebih baik bersusah payah ketika muda. Bukan bersusah payah menjadi kuli, melainkan bersusah payah untuk belajar maupun membuka suatu usaha.

Tapi saya lebih tertarik bersusah payah membuka usaha sembari belajar untuk mengetahui prospek yang tepat ke depannya.

Saya jadi teringat ucapan Bob Sadino, ” Jika ingin bahagia, jangan jadi karyawan”.

Sederhana kata-katanya, tapi betul adanya. Kawan-kawan yang masih kuliah jangan berkecil hati, bolehlah jadi pegawai dimanapun setahun dua tahun mencari pengalaman dan mempelajari sistem sembari menabung. Kalau uang sudah cukup, jangan takut membuka usaha.

Usaha apa yang akan di buka? Kembali kepada keahlian dan kemauan kawan-kawan. ๐Ÿ˜€

Advertisements

2 thoughts on “Jika ingin bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s