Mengapa mereka diam?

Kata orang diam itu emas. Betulkah itu? Apalah maksudnya, saya pun tak mengerti. Tapi dari segala macam bentuk diam, memiliki makna yang berbeda.

Begini.

Diamnya seorang suami ketika istrinya berbicara sembarangan adalah suatu kesabaran.

Diamnya seorang ibu ketika anak yang tidak mau ‘mendengarkan’ adalah suatu teguran.

Bisa juga,

Diamnya seorang sahabat, bisa memberi tanda bahwa telah terjadi kesalahan.

Atau,

Diamnya seorang kekasih yang tidak memberi kabar, barangkali ingin memupuk rindu untuk sebuah pertemuan.

Namun terkadang seringkali orang salah mengartikan. Diam itu sebagai sikap tidak peduli dan tidak memperhatikan. Padahal diam itu seperti tentara yang sedang bergerilya. Tidak tampak, tapi ada.

Karena itu, nikmati sajalah diam mereka. Artikan diam itu sebijaksananya. Meski tak dapat kita pungkiri, keterusterangan lebih kita inginkan.

P_20151106_065749_1_1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s