Trik Sederhana Jebol LPDP

Pagi ini seorang teman yang berasal dari UGM yang minggu lalu izin dari tempat praktek kami di bio farma telah kembali. Saya lihat, dia sedang bercerita tentang pengalaman mengikuti sejumlah test dan wawancara untuk jebol mendapatkan beasiswa LPDP diluar negeri. Saya pun tanpa pikir panjang ikut mendengarkan.

Yang saya dengar, tes yang dia ikuti untuk lulus mendapatkan beasiswa LPDP ini seperti menulis essay, FGD dan wawancara.

Katanya untuk essay, ada beberapa isu kekinian dan peristiwa yang terjadi di indonesia yang menjadi tema. Essay ini meminta penjabaran kita. Diantaranya, mereka meminta pendapat kita tentang hukuman mati untuk para korupsi. Atau tentang hukum kebiri untuk para pedofil.

Tentang FGD, katanya kita harus berpandai-pandai membaca situasi dan kondisi. Disarankan  kita jangan terlihat mendomonasi. Apalagi terbawa emosi. Yang penting, kita kuat dalam beragumentasi yang tidak terlihat ” aku”-nya.

Dan terakhir untuk wawancara, sepertinya ini nasib-nasiban. Teman saya yang mau kuliah di British ini di wawancara menggunakan bahasa Indonesia. Sedangkan orang lain yang juga kebetulan ikut beasiswa LPDP yang hanya untuk kuliah di dalam negeri, malah di wawancara menggunakan bahasa Inggris. Kok malah kebalik ya. Berarti ini tergantung siapa pewawancaranya.

Namun dari pengalaman teman saya ini dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa, untuk lulus LPDP, kita harus peka dengan lingkungan. Tentang apa yang terjadi, khususnya di Indonesia. Maka essay yang kita tulis adalah untuk membaca ” isi” otak kita.

Kemudian di FGD, kesempatan jangan dibuang-buang. Sekali berbicara harus meyakinkan. Karena, kita mungkin hanya bisa mengeluarkan pendapat sekali saja. Usahakan santai tapi elegan. Sehingga, apa yang akan dimaksud dapat tersampaikan. Namun etika harus tetap diperhatikan.

Terakhir untuk wawancara. Menggunakan bahasa inggris ataupun dengan bahasa Indonesia, kita harus siap. Karena kita tidak tahu siapa yang akan mewawancara dan menggunakan bahasa apa. Jangan lupa susun rencana yang matang perihal yang akan kita lakukan ketika kuliah dan setelah selesai kuliah nanti. Semua harus logis, sinkron dan tidak muluk-muluk. Dan terakhir yang pasti, pertanyaan tentang keluarga dan orang terdekat juga akan ditanya. Yang punya pacar ataupun sudah bekeluarga, akan ditanya apa pendapat mereka tentang keputusan kita yang akan kuliah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s