Tak apa, tak harus

Pagi yang basah masih melembabkan semuanya.
Kemana matahari yang belum kunjung naik juga?
Ah, Muaikan saja embun-embun itu hingga kering tak bersisa.
Biar nanti embun yang terbang itu menurunkan hujan dilain hari.
Tak apa jika tak datang besok.
Tak harus juga minggu esok.
Yang penting segera saja.
Agar tidak layu bunga yang juga belum mekar.
Kasihan sekali dia menghiba menatap angkasa.
Berdoa anugrah turun dari langit.
Ah, jika harus mati, semoga nanti Tuhan menghidupkan ia lagi menjadi kaktus yang tahan kering kerontang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s