A poem for a poor bird

I just write down a poem. I just dont have idea tonight. Its just abou a bird.

Selimut malam masih begitu gelap
Terangnya rembulan belum mengalahkan gelap pekat.
Ah, di sudut atap yang usang, kenapa burung itu masih termenung
Entah apa yang dia pikir
Tidak tahu apakah dia masih berharap untuk bernafas dihari esok.

Kain sang fajar belum tersingkap.
Si matahari masih malu menampakkan diri.
Mungkin belum waktunya untuk hadir.
Ah, si ayam jantan tengah bersiap
Berkokok membangunkan setiap nyawa yang masih terlelap

Tirai matahari telah menyebar
Berkilau menerangi bumi tanpa pamrih
Ah, manusia-manusia itu telah terbangun sedari tadi
Bersiap berdiri tegak menggapai mimpi

Katakan saja kepada burung yang bermenung, ketika ayam jantan telah berkokok, seharusnya dia bisa meniru sedikit manusia yang siap menyongsong hidup, tanpa peduli apa yang telah terjadi.

Hei bird, whatever happen to you, just be happy 😀 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s