A poem from heart

Last night, i felt something. And then, i wrote down it. In indonesian language. Cause with indonesia, the word feels so full.

Check it out 🙂

Rab, lelah rasanya kulangkahkan kaki di bumimu. Tersengal ku bernafas meski tak seantero bumi dapat mendengarnya.

Rab, rasa penat kian menggelayut indah di sanubariku. Berinsut ku berpindah mencoba meraihMu, tak inginku seorang pun tuk mengetahuinya.

Rab, Suaraku kelu hilang di tenggorokan.  Sangat yakinku tak seorangpun dapat mendengarnya.

Rab, rasa kurang yang selalu terasa dihati,  inginku Kau segera  melengkapinya. Namun ku tak ingin semua mereka mengetahuinya.

Seandainya bisa, cukup aku, Kau dan dia yang tahu. Tentang takdirku.

Actually, i wanna make it in english, but last night, the word just flow like water in indonesian language. So, i think its not too bad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s