Untukmu, Kawan

Selamat tinggal. Selamat jalan. Selamat bersenang-senang teman. Apapun yang tejadi kepadamu, aku peduli. Aku tahu. aku memperhatikan. Walau hanya dalam diam.

Kebisuanku memang tak berarti apa-apa untukmu. Tapi aku mendoakanmu. Semoga kau bahagia. Ya, jangan lupa untuk bahagia.

Karena  Allah mencintaimu. Allah menyayangimu. Allah menjagamu.

Teman, apapun yang kau lakukan disana, semoga kau tak melupakanku. Meski aku sangat layak dilupakan.

Begitu pun aku disini. Dan kau disana. Tenggelam dalam persiapan masa depan. Ya, kita diam bukan saling melupakan.

Tapi aku menunggu saat kau menghubungiku. Dikala sesakmu, ketika kau membutuhkan uluran tanganku. Jadi jangan pernah segan terhadapku. Ya, buang rasa malumu.

Tapi tak mengapa kawan. Kadang aku pun begitu. Jadi tak dapat kupungkiri. Aku memahami dan aku memaklumi.

Satu hal lagi. Maafkan aku kawan. Dikala kebersamaan kita, luka sering kugoreskan. Melalui kata dan tingkah yang tak seharusnya kulakukan. Dalam kesengajaan dan ketidaksengajaanku.

Dan tentang salahmu, tak usah kau pemasalahkan, karena aku pun telah memaafkan. Ya. Tentang khilafmu telah ku lupakan.

Doaku, semoga dimasa depan, ketika kita bertemu lagi, kau tak berpura-pura tak melihatku. Semoga senyum itu masih kau sedekahkan untukku. Ya, aku menunggu senyum sapa darimu, Kawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s