Absurb

Keabsurtan menjalar bebas. Meniadakan yang memang tiada. Menghilangkan yang telah hilang. Atau mungkin, kehilangan yang memang tak pernah ada, yang mungkin memang takkan pernah ada.
Kukungan jeruji itu belum seberapa. Kukungan jiwalah yang mematikan segalanya. Karena ketika kebebasan raga terbatasi, tapi hati masih bisa bermimpi dan meraup segalanya ketika si raga lepas bebas.
Namun jika jiwa yang terpenjara, di alam bebaspun si raga berkeliaran, tak ada gunanya. Karena hati sipengendali yang telah terkunci.
Benar ocehan mereka. Tak asal pungkang. Musuhmu adalah dirimu. Sadarlah dan cobalah sejenak kibarkan bendera putih kepada jiwamu. Dan rasakan, saat kau telah bersahabat dengan dirimu, tak seorang pun sanggup membuatmu terkangkang dan terjungkang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s