Jejak

Jejak di tepian jalan itu masih berbekas.
Masih terlihat jelas.
Seperti cetakan tapak baja saja yang tidak mau hilang.
Tak bisa lekang.
Atau berkurang sedikit saja.
Padahal hujan telah turun.
Panas pun turut menerjang.

Sepertinya jejak itu tercipta karena besarnya asa
Meski telah terbang tinggi ke angkasa
Dan kembali ke bumi,
Dia berkata, ‘ini adalah tapak saya’.

Tapi sebesar apapun pengharapan itu,
Jika Tuhan tak berhendak,
Jangankan tapak baja,
Gunung yang kuat saja bisa hancur ditelan waktu dan keniscayaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s