Itu

Angin tetap berhembus.
Waktu terus berjalan.
Begitu juga dengan Kau, bukan?
Meski harus berinsut dengan kaki patah.

Ah.
Kau memang tak mesti melihat kapada mereka.
Bisa mengurusi dirimu sendiri, sudah harus bersyukur bukan?

Ku tahu bukan karena egoismu.
Tapi karena logikamu sudah berjalan.
Tak lagi tertutup perasaan yang membuatmu tertekan.

Karena juga kau tak ingin mengukir cecar di mulut mereka.
Yang pasti akan membuatmu semakin terluka, bukan?

Ya bersyukur saja sekarang.
Meratap, meraung atau bahkan melompat kejurang terjal takkan memperbaiki hidupmu bukan?

Tak ada pilihan untukmu sekarang,
Selain bersyukur kepadaTuhan,
Berterima kasihlah padaNya,
Karena Masih melekatnya jiwa lusuh itu kepada raga yang tak lagi kokoh.
Untuk memperbaiki hidup.
Agar ketika mati, kau tak tercampak kenerakaNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s