Semoga

Apa yang salah dimalam ini?
Dua kali berputar si jarum panjang, mata masih tak mau terpejam.
Tak seperti biasa, mata tak langsung tertutup ketika tubuh telah rebah.
Membuat otak berfikir, mencoba melihat kebelakang.

Ah, apa saja yang telah saya lakukan?
Begitu banyak suka. Begitupun duka.
Biarkan saja, nikmati saja hidup ini.
Itulah kata seseorang kepadaku dulu.

Tentang hari esok?
Tak ada yang tahu apakah masih hidup kita diesok hari
Atau apakah kita akan segera berlalu meninggalkan dunia fana?
Ah, betapa malangnya simayat yang mati dalam keadaan membujang.
Seperti itulah kira-kira yang pernah saya baca dulu.
Ya, malang karena telah menemui tuhannya, sedangkan separuh agamanya lagi belum terpenuhi.

Senyum kecut. Pasti setiap kita ingin segera menemukan belahan jiwa kita.
Untuk lebih khusuk beribadah padaNya. Pahala yang berlipat ganda kepada mereka yang telah menikah.
Tapi.
Dan tapi.
Begitu banyak alasan untuk menunda-nunda.
Entahlah.
Semoga Allah memudahkan segala-galanya.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s