Kasih Sayang

Sahabat pernah mendengarkan lagu Raihan yang judulnya ” Kasih Sayang” ?

Ini liriknya :

Kasih sayang itu titik
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri

Dari kasih timbul simpati
Dengan sayang ada persaudaraan
Kerana kasih ingin berbakti
Saling sayang
Maaf memaafkan

Kasih sayang itu baja
Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar
Penguat cinta
Penghapus duka

Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih tuhan tiada bertepi
Sayang Tuhan, janjinya pasti

Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada simpati , tiada persaudaraan
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada bakti
Tiada kemaafan

Kasih sayang itu titik
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri
Kasih sayang pada semua
Kasih sayang sesama kita
Kasih sayang oh dunia
Semoga selamat di akhirat sana

Bagaimana kawan? Dari lagu ini tahu tidak arti kasih sayang itu apa? Kasih sayang yang ada pada manusia itu bermusimkan katanya? Dan yang abadi itu kasih sayang Tuhan kan? Kasih sayang Allah kan?

Kalau kawan-kawan setuju, lalu kenapa kita belum sepenuhnya menunjukkan sayang kita pada-Nya? Jika kita saat ini merasa jauh dari-Nya, bukankah itu karena kesalahan kita sendiri yang tidak mengikuti perintah-Nya kan?

Bukankah semakin jauh dari-Nya membuat semua kehidupan yang kita jalani terasa berat? Dan kadang ketika kita tahu hal ini, kita masih sombongkan mengakui semua kesalahan kita pada-Nya?

Kita masih enggankan bersimpuh menangis mengakui semua kesalahan kita pada-Nya? Atau bagi sebagian kita, kita merasa malu menghadap Tuhan, menghadap Allah. Karena kesalahan yang dilakukan. Merasa tidak pantas mengadu pada-Nya.

Tapi bukankah kita tahu, Allah itu maha pengampun? Bukankah Allah itu maha penyayang? Bukankah dalam firman-Nya di dalam Alqur’an telah disebutkan demikian?

Lalu kenapa kawan? Kenapa kita masih begini-begini saja?

Mari mendekatkan diri pada-Nya. Ingat Allah Maha Pengampun. Allah Maha penyayang. Dan yang lebih harus kita ingat, hanya dengan melangkah saja kita mendekat Allah, maka dengan berlarilah Allah mendekati kita. Lalu apa lagi? Kurang baik apalagi Allah dengan kita?

Kita semua harus sadar. Semua ujian hidup yang diberikan Allah kepada kita hanyalah untuk menguji kita. Apakah kita akan mengadu kepada-Nya atau tidak. Ujian itu datang karena kita telah terlalu lama melupakan-Nya. Dan Allah berharap ujian yang datang kepada kita, membuat kita kembali mengingatkan-Nya. Ya, karena Allah merindukan kita. Allah menunggu kedatangan kita untuk meminta pada-Nya.

Lalu tunggu apa lagi? Ayo kita segera berwudhu. Kita tunaikanlah sholat. Lalu kita menangis pada-Nya. Kita adukan semuanya kepada-Nya. Apapun itu. Jangankan mengadukan hal yang besar, perihal sendal jepit yang hilang saja Allah mengharapkan kita mengadu kepada-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s