Memilih, Mencintai atau Dicintai?

Masih tentang cinta. Lagi dan lagi tentang cinta. Namun tak mengapa karena kita hidup sampai saat ini karena cinta. Kita terlahir ke atas dunia pun juga karena cinta. Cinta antara ayah dan bunda.

Ya, tak dapat dipungkiri, apapun yang terjadi di diri kita, itu karena cinta. Kita pun dapat bertahan hidup masih juga karena cinta. Terlepas apakah itu cinta kepada diri, keluarga, Allah, ataupun kepada seseorang yang terkadang membuat kita ”terlupa”.

Tak masalah cinta kita itu untuk siapa, tapi yakinlah cinta itu adalah anugrah. Dan pasti datangnya dari Yang Maha Kuasa. Kita hanya harus bisa menempatkan cinta itu pada posisinya. Agar kesuciannya terjaga hingga masanya telah tiba. Ini khusus untuk cinta kepada seseorang yang mungkin membuat hidup kita serasa lebih berharga, bermakna dan berwarna. Ya, cinta kepada orang yang akan menjadi belahan jiwa kita. Di dunia dan di akhirat-Nya.

Pastinya akan sungguh berbahagia insan yang saling mencintai yang disatukan dalam ikatan suci pernikahan. Tentu akan bahagia seseorang yang dapat hidup dengan orang yang setiap hari membuatnya serasa melayang. Menjadi seseorang yang hidupnya lebih bermakna karena perlakuan pasangan. Dan pasti ini dambaan semua insan.

Memang indah hidup sepasang manusia yang masing-masing dadanya dipenuhi cinta. Tapi coba bayangkan jika yang memiliki rasa cinta itu hanya salah seorang saja? Bagaimana jika rasa berbunga-bunga itu hanya dimiliki satu pihak saja? Apakah kebahagiaan itu akan tetap menghiasi rumah tangga?

Kalau begitu pertanyaannya, lalu kenapa jika memang tak saling cinta, pernikahan itu tetap dilaksanakan? Kenapa janji dihadapan Tuhan itu masih dilangsungkan? Bukankah begitu kawan?

Ini tentang pilihan. Pilihan-pilihan yang memiliki alasan sebagai pegangan. Alasan sebagai pondasi yang menjadi dasar pijakan.

Apalagi seorang wanita, makhluk yang diciptakan Tuhan dengan hati yang sangat rawan. Salah jika terlalu lembut diperlakukan. Apalagi kalau terlalu dikeraskan. Seperti kaca hatinya akan langsung pecah. Berderainya diwakili air mata. Karena luka.

Sebelumnya mari kita sama-sama berfikir, jika wanita dihadapkan pada sebuah pilihan. Pilihan apa yang sebaiknya diambil oleh seorang wanita untuk meminimalisasi terjadinya ”luka” itu?

Memilih hidup bersama orang yang tulus mencintainya atau menghabiskan sisa hidup bersama orang yang di cintainya?

Ya, seperti ulasan kita tadi. Ini adalah kondisi cinta bertepuk sebelah tangan. Andai kata seperti itu kejadiannya. Ada seorang wanita yang menyimpan rasa kepada seseorang yang hanya selalu melukainya. Namun di sisi lain, ada lelaki berbeda yang rela berbuat apa saja untuk si wanita. Lelaki yang ingin mengobati luka dan ingin menjaga si wanita hingga maut memisahkannya. Lelaki yang menganggap menjaga wanita itu sama dengan menjaga harga dirinya.

Lalu menurut anda, dengan siapakah wanita itu seharusnya hidup? Dengan siapakah wanita itu layak mengabdikan seluruh jiwa raga untuk mencapai ridho dari-Nya?

Tentu dengan lelaki yang kedua ini bukan? Kenapa? Karena hati wanita itu lembut pada hakikatnya. Sekeras apapun hatinya, jika memang tulus lelaki itu padanya, tentu laki-laki itu akan berusaha untuk meluluhkan dan menaklukan hati wanita ini. Pastinya dengan sabar. Sabar dalam berusaha memberikan perlakuan-perlakuan yang menyentuh hati si wanita. Sentuhan-sentuhan yang membuat si perempuan merasa bodoh jika mengabaikan orang yang telah mencintainya dengan tulus.

Jika telah demikian, maka rasa perempuan itu kepada si lelaki akan mulai tumbuh, tumbuh, dan tumbuh. Namun untuk sampai ke tahap itu, tentu harus berpandai-pandailah lelaki ini memanfaatkan waktu dan kondisi yang sedang terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s