Biar

Dia melihat ke kanan, ada aroma yang menenangkan.
Dia menoleh ke kiri, juga terasa aroma yang menentramkan.
Tapi sungguh, kedua sisi kiri dan kanan itu sama-sama menarik tangannya

Ingin sebenarnya segera menggenggam kebaikan itu, tapi dia serasa tak mampu.
Ingin rasanya segera memeluk mimpi itu, tapi ada sesuatu yang menghalanginya.

Dia tahu semua yang terjadi tak semuanya harus seperti inginnya
Dia sangat tahu, Allah tidak akan memberikan semuanya seperti inginnya.
Ya, Allah hanya akan mengirimkan apa yang dia butuh.
Bukan apa yang dia mau.

Lalu kenapa dia masih ragu?
Padahal orang sekeliling pun telah mendukungnya.
Ikut mendoakannya.
Tapi tetap saja, keragu-raguan masih menghantuinya.
Mengotori darah dan mengisap energinya.
Hingga membuatnya tak bisa melangkah, apalagi berlari.

Kini dia hanya terduduk dihamparan kerikil tajam yang hampir menembus kulit.
Biarkan saja.
Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s