Apa kau sama dengan nyamuk?

Ah, sudah malam. Gelap itu telah menutup pintu cahaya. Dan aku, disini sendiri dikelilingi oleh bintang yang tak tampak.

Orang ramai disekeliling telah terlelap. Rebah bersandar ke pulau kapuk untuk mengumpulkan tenaga agar dapat hidup di keesokan hari.

Sedangkan aku? Masih merenung. Duduk ditemani sepi. Hanya nyamuk yang setia menemani. Itupun karena ada yang ia harap dariku. Ada sesuatu yang dapat ia hisap dari tubuhku.

Biarkan saja. Darahku takkan banyak berkurang olehnya. Tapi, setelah apa yang diinginkannya didapatkannya, kenapa gatal itu yang menyerang tubuhku.

Ya, air liurnya telah membuat gerak tanganku menjadi tak karuan. Mencoba mencari kenyamanan. Coba saja si nyamuk itu sedikit tahu diri, melekat dan menghisap tanpa harus membuatku menjadi risih.

Ah, tak hanya nyamuk yang seperti itu. Manusia saja yang berotak kadang sering tak tahu diri. Apalah lagi seekor nyamuk yang tak dikaruniai fikiran oleh Sang Robby.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s