Catatan Hati Sahabat

Aku tersenyum sendiri melihat apa yang terjadi. Aku tersenyum atas semua yang telah tertoreh. Dan aku tersenyum atas semua yang telah tercipta.

Ya, itu adalah senyum yang akupun tak tahu maknanya.

 Semua yang terjadi semakin membuatku sadar. Aku ini siapa. Semua yang terlewati pun membuatku tahu, mereka itu seperti apa. Ya, aku tahu, aku paham.

Sebenarnya, aku mencoba memahami.  Siapa aku siapa mereka.

Tapi semakin ku mencoba memahami, semakin keras ku mencoba untuk mengerti, namun titik pengertian itu tak kunjung ku temui. Sebenarnya apalah gunanya aku memikirkan sesuatu hal yang hanya membuatku merasa suatu rasa yang tak kunjung reda.

Namun tak tahukah mereka, terkadang dalam senyum aku menyembunyikan semuanya. Dalam tertawa aku meredam semuanya. Karena aku tak mau membebani mereka. Dan akupun tak ingin terlihat lemah dihadapan mereka.

Tapi  aku juga cukup tahu, saat bertemu dengan mereka, semua bebanku seakan lepas dari punggungku. Ketika aku melihat senyum mereka, aku melihat kedamaian di jiwa-jiwa mereka. Aku melihat ada malaikat dalam jiwa mereka, yang menimbulkan ketenangan di jiwaku.

Tapi kini mereka entah kemana. Aku tak tahu apa yang mereka lakukan. Aku tidak tahu apa yang mereka kerjakan. Dan aku tidak tahu apa yang mereka rasakan. Yang aku tahu saat ini hanya aku dengan segala rasaku.

 Ah. Andai mereka tahu. 

Image

*Kuala Mandor B, 8 Juni 2014

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Hati Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s