Puisi

Masih

 

Aku disini

Masih dengan kaki telanjang

Tertatih dengan kaki pincang

Tetap ku seret meski tlah patah tulang

 

Isi perutku memang belum tersembur karena celurit itu

Tidak, memang senjata itu tidak ada

Tapi aku rela mati meski darahku harus tumpah demi negeriku

Rela kuberikan ragaku demi tanah pusaka

 

Tapi disana kenapa kau masih tak bergeming?

Kenapa kau hanya jadi penonton setia?

Berdiri membusung dada

Tegak dengan tangan di pinggang keduanya.

 

Coba tanya hatimu

Tanya ragamu

Tanya jiwamu

Apa yang telah kau tanam di bumi pertiwi?

 

Kau tersenyum

Tapi ku tahu senyummu palsu

Kau tertawa

Namun ku tahu semua itu hanya dusta

Dan kau kata kau bahagia?

Sungguh ku tahu itu hanya isu belaka.

 Image

Karya : Sri Wahyuni

#Guru muda SGI V Dompet Dhuafa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s