Oh Indonesiaku

Senin, 10 februari 2014

Hari ini di adakan O2SN di salah salah satu sekolah yang berada di Kuala Mandor. Karena diadakan hari ini, tentu malam tadi telah dilakukan teknikal meeting untuk acara bersih untuk hari ini. Dari 22 jumlah total sekolah yang ikut, baru dua belas sekolah yang hadir mengikuti rapat itu.

Karena acara ini adalah pertandingan olahraga, maka dalam pertemuan itu dilakukan pengundian untuk mencari masing-masing sekolah berhadapan dengan sekolah mana. Panitia yang bertugas pun menuliskan skemanya, mulai dari babak penyisihan pertama sampai pada final nantinya.

Sebenarnya pengundian yang dilakukan semalam dilakukan berdasarkan kesepakatan. Alasannya, jika dilakukan pada hari ini, tentu waktu akan mundur. Apalagi jika menunggu semua orang harus datang dulu. Itu lebih memakan waktu lagi.  Jadi karena semalam telah dilakukan teknikal meeting, semua cabang olahraga yang ditandingkan telah didapatkan alur skemanya.

Namun pagi ini, semua alur skema pertandingan yang telah dirundingkan semalam malah “tidak dipakai”. Saya kaget. Kenapa?

Ternyata ada peserta yang baru datang tadi pagi komplain dengan alur skema yang telah diputuskan semalam. Sebagai peserta, tentu guru ini tidak boleh memperdebatkan hasil keputusan semalam karena beliau lah yang salah tidak datang dari semalam. Kalau memang punya ide bagus kenapa tidak datang ketika jadwal itu direncanakan?

Namun sayangnya, yang diperdebatkan itu bukan karena apa-apa. Sederhana sekali. Hanya karena tidak semua peserta mencabut undian untuk mengikuti lomba tersebut. Padahal semalam memang bukan dicabut masing-masing peserta juga. Melainkan ada satu orang yang mencabut undian itu untuk mewakili semua sekolah. Jadi semua sekolah yang bertotal 22 sekolah, di undi seperti kertas “julo”. Jika pada cabutan pertama itu tercabut SD 05, maka dialah yang bertanding pertama melawan SD yang tercabut diundian kedua. Memang tidak ada “KKN” sedikitpun dalam pengundiannya. Tapi sayang, beliau tetap tidak terima. Katanya lagi, karena ada beberapa sekolah yang telah diikutsertakan dalam pengundian semalam malah tidak mengikuti perlombaan itu. Sebenarnya itu juga telah dibicarakan semalam. Solusinya dengan sistem gugur. Jadi jika ada yang tidak hadir pesertanya pada waktu yang telah ditentukan, maka sekolah itu dianggap gugur. Ini sportif menurut saya. Untuk menghargai mereka yang datang on time.

Mungkin panitia tidak ingin terlalu berdebat. Jadinya semua alur skema pertandingan semalam dirombak lagi pagi ini. Cukup memakan waktu. Hari sudah menjelang siang. Sudah setengah sebelas. Pertandingan baru akan dimulai. Sangat tidak mengefektifkan waktu.

Itulah indonesia. Sudah salah, tapi masih saja memaksakan kehendaknya. Sudahlah telat, tidak datang pada waktu yang seharusnya, tapi ketika datang malah memperdebatkan hasil kesepakatan orang yang datang on time.

Ya inilah indonesia.Pengundian yang dilakukan ulang ini mungkin dilakukan untuk menghindari perselisihan. Ya, di indonesia kita terlalu banyak tenggang rasa. Hingga akhirnya ketegasan itu masih sangat kurang. Coba andaikan diluar negeri, kita sama-sama tahu mereka sangat menghargai waktu, bagi mereka memang “waktu itu adalah uang”.

Image

Saking berharganya waktu itu, di singapura, warganya saja ketika di halte malah membaca buku. Kenapa? Karena dia tidak ingin menghabiskan waktunya sia-sia. Sedangkan kita? Jika bisa di undur maka akan di undur. Jika bisa santai, maka akan terus santai. Jika kita santai tidak merugikan orang lain tidak apa-apa. Tapi dalam kejadian ini, ketidaktepatan waktu kita malah merugikan orang lain. Merugikan orang yang datang lebih awal. Jika tidak ada ketegasan, sudah dipastikan kedisplinan orang indonesia akan selalu mendapat nilai C.

Indonesia oh Indonesia. Ada apa dengan indonesia?

#Cangkok Manis, 10 Februari 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s