Bermandikan Air Sampah

Kebersihan sebagian dari iman.

Jika kita orang-orang yang beriman, tentu kita akan menjaga kebersihan. Jika kita tidak bisa menjaga kebersihan, apakah kita termasuk orang yang beriman? Pasti kita tahu jawabannya.

Image

Apa yang terfikir oleh teman-teman jika melihat foto di atas? Ini adalah foto yang saya ambil beberapa hari yang lalu. Lokasi pengambilan foto berada di samping SD 021 Kuala Mandor, Kalimantan barat.

Gambar di atas terlalu kecil jika dinamakan sungai. Ya, ini hanyalah parit yang lebarnya hanya berukuran lebih kurang tiga meter. Parit ini serba guna. Bisa digunakan untuk mandi, mencuci piring dan pakaian.

Pasti kita kaget, kenapa air yang ada sampahnya ini yang digunakan untuk mandi. Sebenarnya, TKP ini adalah tempat tersanggkutnya sampah-sampah yang dibuang masyarakat di dalam parit. Karena adanya semak yang tumbuh merembes hingga lebar parit menjadi satu meter, maka ketika ada kayu yang menghalangi, jadinya sampah-sampah itu malah tertumpuk ditempat itu.

Karena saya yang tinggal di samping parit itu, tentu pemandangan ini tidak sedap saya lihat. Akhirnya dengan tongkat panjang, saya meminta tolong kepada siswa untuk meluruskan kayu yang menghalangi jalannya sampah itu.

Memang pada bagian-bagian lain parit terlihat bebas dari sampah, tapi nyatanya tidak semua bagian parit seperti itu. Contohnya gambar diatas.

Sekali lagi, coba bayangkan apa jadinya kita mandi dengan air ini? bagaimana kesehatan kita jika mencuci baju dan piring dengan air ini? memang tidak semua orang melakukannya, tapi sebagian besar warga iya.

Katanya, air yang berwarna seperti teh ini lebih bersih dan sehat dibanding air hujan. Karena saya tidak mau dibilang sok pintar, saya hanya tersenyum, tidak membantah. Saya tidak ingin menggurui. Apalagi saya orang baru yang “menumpang” setahun tinggal disini. Jadinya saya hanya “manggut-manggut” saja. Bukannya tidak peduli. Tapi sekali lagi saya tidak mau dibilang sok pintar.

Kembali pada topik, kemungkinan jika tidak ada sampah, bisa jadi air itu memang bersih. Tapi fakta berkata lain. Tidak perlu diteliti lagi apakah air itu bersih atau tidak. Cukup dapat dilnilai dengan mata.

Tapi saya masih tidak bisa mengerti kenapa masyarakat menganggap air itu bersih. Sekali lagi, saat ini mungkin saya hanya bisa melihat saja. Tapi nanti, perlahan tapi pasti saya akan memberikan pengertian kepada warga tentang air bersih itu.

Air bersih adalah nikmat terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita. Kadang kita lupa, kita telah  diberikan suatu kelebihan oleh Tuhan tanpa kita pernah menyadarinya.

#Kuala Mandor, 23 Januari 2014, 20.43 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s