Suara dinding jiwa

Kulihat langit begitu tinggi. Tangan nak hendak menyentuh bulan tiada pernah sampai. Apakah aku telah menjadi pungguk yang hanya merindukan bulan?

Ya aku galau. Galau karena apa yang aku inginkan tidak langsung terwujud dengan cepat. Ya aku sadar aku bukan jin yang dengan satu anggukan, semua yang aku inginkan dapat terjadi seperti kilat. Aku tahu aku hanya manusia. Semua yang aku inginkan harus aku capai dengan adanya usaha. Dan itu butuh waktu.

Waktu yang berjalan lambat itu yang membuatku tidak sabar. Tapi aku juga takut waktu yang berinsut itu ternyata tetap  tak memberikan perubahan. Dan setelah terlewati tanpa hasil, waktu yang terasa habis dengan cepat itu telah tersia-siakan. Dan aku tidak mau itu terjadi. Aku hanya tidak mau menyesal.

Cukup sekian.

 #10 Januari 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s