Cara Ampuh Mendendam Terhadap Cinta

Manusia itu punya hati. Manusia punya rasa. Dan manusia punya cinta. hati yang memiliki rasa cinta itu adalah karunia terbesar yang diberikan tuhan kepada kita.

ImageCinta itu adalah anugrah. Dengan cinta, seseorang bisa selalu bersemangat. Karena adanya cinta, manusia bisa melakukan apa yang dulu dia ragukan. Dan dengan adanya cinta, seseorang serasa memiliki dunia.

Kata orang, cinta dapat menguatkan yang lemah, mencerdaskan yang bodoh dan mengkayakan yang miskin. Itulah cinta. Menjadi sumber kekuatah yang dapat mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Karena banyaknya energi positif yang diberikan oleh cinta, akibatnya begitu banyak orang-orang mengagungkan cinta. Bahkan sampai ada orang yang begitu memuja orang yang dicintainya itu.

Mengambil hal positif ketika cinta itu bersahabat adalah hal yang biasa. Menjadi ksatria ketika cinta itu terbalas adalah hal yang lumrah. Dan menjadi malaikat saat cinta itu masih melekat adalah hal yang biasa.

Hal luar biasa adalah ketika cinta yang senantiasa menghiasi hidup itu telah pergi, tapi kita masih tetap bersemangat. Hal yang patut dikagumi adalah ketika cinta itu telah sirna, namun kita tetap bersinergi dengan dunia. Dan hal yang paling disalutkan adalah seseorang yang masih dapat berdiri gagah meraih kesuksesan meski cinta itu tak lagi mewarnai dunianya.

Ya, cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang selalu memberi kita kekuatan, meski cinta itu sendiri telah meninggalkan kita. Cinta sejati itu adalah cinta yang masih melekat dalam jiwa meski orang yang kita cintai itu telah pergi bersama cinta yang lain.

Memang ketika diawal cinta itu pergi, dunia dan isinya serasa menghantam kita. Memang saat cinta yang dipuja itu tidak lagi dalam genggaman, langit dan jagat raya serasa runtuh. Tapi seperti apapun cinta itu memusuhi kita, seulas senyum tetap harus ada untuk cinta itu.

Karena, membalas dendam terhadap cinta itu bukan dengan cara memakinya. Membalas ketidakenakan terhadap pengkhianatan cinta itu bukan dengan cara memojokkannya. Dan membalas kekejaman cinta itu bukan dengan “menusuknya” dengan perilaku tidak mengenakan.

Justru hal yang harus kita lakukan adalah menjadi pribadi yang membuat cinta itu menyesal telah meninggalkan kita. Ya, pembalasan paling mujarab itu bukanlah dengan ikut-ikutan membuatnya sakit hati, melainkan dengan memberikan bukti bahwa kita adalah pribadi yang layak untuk dicintai. Kita adalah pribadi yang layak untuk disayangi.

Karena itu, apapapun yang telah dilakukan cinta kepada kita, satu-satunya cara yang membuat kita benar-benar membalasnya adalah menjadikan diri kita menjadi pribadi yang sukses. Satu-satunya cara membuat seseorang itu merasa bersalah telah meninggalkan dan tidak memilih kita sebagai cintanya adalah dengan menjadikan diri kita sebagai pribadi anggun yang penuh dengan kebahagiaan.

Awalnya ini memang terasa sulit karena pasti rasa sakit itu akan selalu menghiasi hati. Memang rasa tidak enak itu akan selalu menghiasi hari-hari.

Tapi inilah hidup, tidak selamanya apa yang kita inginkan itu bisa selalu kita dapatkan. Kita harus menanamkan dalam hati bahwa cinta yang akan datang pasti lebih baik daripada cinta yang telah pergi. Kita harus beranggapan bahwa perginya cinta itu tidak merugikan kita, justru dialah yang rugi telah meninggalkan kita yang sejatinya benar-benar mencintainya.

Tapi seperti apapun sakit yang kita rasakan tentang cinta yang telah hilang itu, kita tetap harus berterima kasih padanya karena meski hanya sesaat, dia telah membuat kita merasakan apa itu cinta. seperti apapun luka yang kita rasakan tentang cinta yang hanya singgah sebentar, tapi kita tetap harus bersyukur karena dia telah mengajarkan kita bagaimana hidup tegar. Dan sejauh apapun kita tenggelam dalam lumpurnya cinta, kita harus tetap bersyukur karena dia telah memaksa kita menjadi pribadi sukses yang layak dicintai oleh siapa saja.

Pergilah cinta kemanapun kau mau. Aku takkan memaksamu selalu bersamaku. Karena kuingin keberadaanmu disampingku bukan atas paksaanku, melainkan karena aku adalah pilihanmu.

Jika suatu saat nanti kau benar-benar menjadi milikku, ku berjanji akan selalu setia padamu dan akan menjadi seseorang yang terbaik untuk hati dan hidupmu.

Tapi jika nanti ternyata kau bukanlah untukku, kurela kau bersama seseorang yang selalu bisa membuatmu tersenyum. ku relakan itu jika dia adalah sumber bahagiamu.

Dan tentang aku yang disini, tak usah kau fikirkan lagi karena pasti, cepat ataupun lambat, kan kutemui jiwa yang juga akan tulus mencintaiku.

**Terinspirasi oleh seorang teman yang tetap menggenggam “sukses” meski cintanya telah pergi jauh meninggalkannya.

#Pontianak, 3 Januari 2014

#Rumah Singgah, 12.10 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s