Peran Guru untuk Indonesia

“Guru adalah pelita ilmu”. Kita seringkali mendengar ungkapan ini. Memang benar adanya, tanpa seorang guru, kita tidak akan bisa membaca dan menulis. Tanpa membaca, kita tidak akan memliki pengetahuan yang banyak.

Jika Negara ini diibaratkan rumah, maka gurulah yang menjadi tonggaknya. Tanpa adanya guru sebagai penopang, sebuah negara tidak akan bisa berdiri kokoh. Tanpa adanya guru sebagai penyangga, sebuah Negara tidak akan bisa berjaya.

Hal ini telah diketahui lama oleh macannya Asia yaitu Jepang. Setelah negaranya diporakporandakan oleh Amerika serikat tahun 1945, yang pertama dikumpulkan bukanlah tentara, dokter ataupun para direktur, melainkan guru.

Orang-orang mengatakan jika ingin melihat nasib suatu bangsa, maka lihatlah kondisi pemudanya. Jika hancur akhlak pemudanya, maka akan hancurlah Negara itu. tapi jika bagus akhlak pemudanya, maka akan berjayalah nantinya Negara itu. Memang nasib Negara dimasa yang akan datang ditentukan oleh pemuda, namun untuk mendapatkan pemuda yang berkualitas luar dalam diperlukan tempaan dari guru.

Sebenarnya, guru seperti apa idealnya yang  dapat mencetak pemuda berkarakter? Tentu gurunya terlebih dahulu yang memiliki karakter. Guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik dan pemimpin.

Pemuda yang berkarakter tentunya adalah pemuda yang pada masa sekolah dasarnya diajari oleh guru yang tidak hanya menempanya menjadi manusia yang cerdas fikiran saja, tetapi juga menanamkan nilai moral kepada sang murid. Sekolah dasar adalah jenjang pendidikan yang akan menentukan karakter anak. Jika selama enam tahun guru telah menanamkan nilai moral, itu adalah modal sang anak untuk jadi pemuda yang berkarakter nantinya.

Tapi sayang sekali, saat ini sedikit sekali guru yang selain mengajar mampu mendidik sang anak menjadi seseorang yang berkepribadian. Kebanyakan guru saat ini hanya menganggap bahwa ketika datang kesekolah itu hanyalah untuk mentransfer ilmu. Jika anak sudah menguasai materi yang diajarkan, guru tersebut merasa kewajibannya telah gugur. Padahal sejatinya guru itu selain membuat anak tersebut cerdas secara otak, tetapi juga harus cerdas secara moral. Inilah yang sulit. Tapi seberat apapun itu, guru harus bisa menjalankan perannya sebagai pendidik yang baik.

Guru yang mengajar dengan hati adalah suatu hal yang langka untuk saat ini. Apakah sang guru mengajar tidak sepenuh hati karena gaji yang tidak cukup? Bukankah kita sama-sama tahu bahwa guru bukanlah profesi untuk mencari kekayaan? Ya, profesi guru itu sejatinya adalah panggilan jiwa. Ikhlas berbagi dengan siswa untuk sama-sama membangun Indonesia.

Bobroknya akhlak orang Indonesia saat ini adalah tanda gagalnya guru menjadi guru yang sesungguhnya Kebanyakan kita saat ini hanyalah menyalahkan keadaan tentang ketepurukan pendidikan Indonesia. Banyak sekali alasan yang dicari-cari kenapa pendidikan Indonesia masih begini-begini saja tanpa ada solusi kongkrit dari kita.

Nasib bangsa Indonesia saat ini ada ditangan guru. Berdasarkan teori domino, seorang guru itu bisa diibaratkan sebagai bagian terkecil dari Negara ini yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap Indonesia. Jika saja semua guru dapat memanusiakan murinya,, maka tak lama lagi Indonesia akan berjaya.

 #Sambas, 29 Desember 2013

Advertisements

2 thoughts on “Peran Guru untuk Indonesia

  1. Reblogged this on Fachruddien Belajar and commented:
    Untuk semua guru di negeri ini, mari senantiasa perbaiki diri. Guru bukan hanya sekedar profesi, tapi juga peran yang sangat berarti. Terus belajar, atau Stop jadi guru……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s