Sepotong kisah

Tiada Hidayah Jika Tak Diselami

Seorang guru bercerita tentang kejadian unik. Suatu ketika di Pontianak, terjadilah kebakaran hebat. Beliau sedang berada di TKP untuk menolong bibinya memindahkan barang ketempat yang aman sebelum api ikut melahap rumah bibinya.

Peristiwa kebakaran ini terjadi pukul dua dini hari. Dengan liar api meluluhlantahkan semua yang ada. Menghanguskan apa saja yang ada di depannya.

Disana ada mesjid. Sebentar lagi mesjid itu akan ikut terbakar. Namun tiba-tiba salah seorang warga memliki inisiatif untuk mengumandangkan azan disana. Dasyat Tak disangka-sangka. Api yang hampir menjalari mesjid tiba-tiba berputar arah. Kumandangan bait-bait indah itu membuat api tak sanggup berinsut. Seperti ada tangan malaikat yang menghalau api menjauhi mesjid.

Semua orang yang ada di TKP terkejut, Mereka sangat kaget, termasuk orang Cina yang banyak bermukim disana.

Jika difikir dengan logika, hal ini tidak mungkin terjadi. Tapi ini bukan mimpi. Hal ini telah benar-benar terjadi di depan mata.

Para umat muslim tentunya sangat bersyukur atas keajaiban ini. Tapi sayangnya orang-orang Cina disana tidak memikirkan lebih lanjut tentang peristiwa ini. Mereka tidak bertanya-tanya, kenapa api itu tiba-tiba berputar arah menjauhi mesjid. Mereka tidak menyelami lebih dalam, kenapa lidah api itu tidak ikut menjilat mesjid yang ada di depannya, padahal api itu sedang berkobar di kondisi puncak amarahnya.

Ya, mereka tidak tahu, mereka tidak sadar “ada kebesaran Allah” yang sedang diperlihatkan. Sepertinya hati mereka masih keras. Mereka hanya menganggap mesjid itu sebagai tempat “keramat”. Tidak ada hidayah yang mereka dapat. Mereka tak menemukan cahaya islam itu karena mata dan hatinya telah buta karena otaknya malas berfikir.

Tidak ada hikmah yang dapat mereka ambil dari kejadian ini. Mirisnya, peristiwa ini hanya membuat mereka menyumbang tiap tahun untuk bangunan yang mereka anggap “keramat”.

Ya Allah, terima kasih telah melahirkanku dari keluarga islam. Tak tahu bagaimana nasibku di dunia ini dan di akhirat nanti jikalau Engkau tidak menakdirkanku lahir dari keluarga muslim. Inilah karunia terbesar dariMu kepadaku. Alhamdulillah ya Allah.

Picture3

** Pontianak, 11 Desember 2013, 15.55 WIB

Advertisements

2 thoughts on “Sepotong kisah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s