Sejarah yang tertinggal

Hujan cukup lebat. Air yang turun telah membasahi bumi. Menghapus kekeringan tanah. Meski begitu, air hujan ini tak sanggup menghapus rinduku pada mereka. Ya, teman seperjuangan dimasa perkuliahan. Manis dan pahit telah dirasakan bersama. Suka duka telah dikecap bersama. Meninggalkan sisa yang indah untuk dikenang. Bahkan jika boleh, aku ingin kembali kemasa itu.

Mereka adalah orang yang tidak hanya kuliah-pulang kuliah-pulang. Ada kegiatan berbeda yang mereka lakukan. Dan akupun melangkah bersama mereka.

Aku tidak tahu dimana semuanya berawal. Tapi pada waktu itu, tidak ingat lagi tanggal berapa, tapi yang pasti sewaktu itu aku masih semester empat di fakulatas farmasi itu.

Dipagi yang cerah, aku menelpon seorang teman untuk mengajaknya bergabung dalam sebuah tim yang akan mengikuti lomba kefarmasian ditingkat nasional. Sebelumnya aku sempat mendengar info lomba ini, jadi setelah kufikir-fikir, tidak ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Sebelumnya aku telah memikirkan siapa saja yang akan kuajak. Dia masuk perhitunganku karena proposal kewirausahaannya jebol dan didanai. Siapa dia? Ya, dia adalah Jefri Efranda. Tapi sayangnya dipagi itu sebuah penolakan yang aku dapatkan. Tidak mengapa. Masih ada teman yang lain, itu fikirku waktu itu.

Teman kedua yang ku telpon adalah Vanji Ihsan Azis. Alasanku membawanya dalam tim adalah karena kedekatannya dengan dekan. Yang kutahu saat itu, untuk pergi mengikuti sebuah acara nasional, itu akan memerlukan dana. Dan tentunya ada peran dekan dalam pengeluaran dana ini. Karena kutahu teknik lobinya cukup ampuh, makanya dalam hal melobi dekan mengenai dana, dia nantinya yang punya urusan.

Sebelum kuhubungi, ku hela nafas, baru ku pencet nomor HP nya. Terdengar suaranya dari seberang. Tanpa basa basi aku mengutarakan langsung maksudku menghubunginya pagi itu. Mengajaknya mengikuti lomba PIMFI (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia). Dia mau ikut asal ada teman satu tim lain yang laki-laki. Kemudian kukatakan padanya bahwa awalnya kuberniat mengajak jefri, tapi karena jefri menolak, mungkin akan dicari teman lainnya. Dia mengatakan kepadaku bahwa pagi itu dia sedang berada dirumah jefri. Cukup kaget mendengarnya. Tapi tak apa-apa. Katanya dia yang akan membujuk Jefri untuk bergabung. Dan ternyata jefri setuju.

Teman ketiga adalah Ardilla Kemala Dewi. Aku mengajak beliau karena semangatnya yang tinggi. Selain itu Dila orang yang sangat baik dan murah senyum. Tapi yang paling penting, dia adalah orang yang bisa menghadapi semua masalah dengan sabar. Termasuk mungkin nanti menghadapi sifatku. Hehe. ternyata dila juga setuju.  Terbentuklah Tim ini yang beranggotakan aku, Dila, Jefri dan Vanji.

Masalah berikutnya adalah kami belum tahu siapa dosen yang akan menjadi pembimbing kami dalam mengikuti perlombaan ini. Tentu kami harus ada yang mengarahkan. Tanpa pembimbing kami hanya seperti anak ayam yang kehilangan induk. Tidak tahu harus melakukan apa. Karena itu, kami memutar otak. Dan hasilnya jatuh kepada Profesor Amri Bakhtiar.

Aku mendengar bahwa Prof. Amri ini adalah salah seorang dosen yang telah banyak membawa mahasiswa ketingkat nasional dalam mengikuti perlombaan. Selain berkompeten dalam bidang farmasi, bapak ini juga dosen yang baik hati. Kudengar seperti itu.

Setelah keputusan jatuh pada Pak Amri, sekarang tiba pada giliran siapa yang akan menemui pak Amri untuk mengungkapkan kemauan kami yang meminta beliau untuk jadi pembimbing. Hasil komunikasi dihari sabtu itu menyatakan bahwa dila, vanji dan Jefri tidak bisa datang ke KTO Unand dihari minggu untuk menemui bapak itu. Tanpa ragu akhirnya kuberanikan diri untuk pergi sendiri menemui beliau.

Di KTO, Bapak itu menyambutku dengan tangan terbuka ketika kusampaikan tujuanku padanya. Aku juga menjelaskan rincian lomba itu. Perlombaan ini diperuntukkan untuk semua mahasiswa farmasi diseluruh Indonesia. Temanya adalah membuat Produk farmasi berbahan baku alam.

Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk membuat kapsul fitoestrogen berbahan baku air limbah tahu yang dikenal dengan whey. Di dalam whey ini masih terkandung isoflavon dengan kadar yang cukup tinggi. Oleh karena itu, isoflavon ini bisa diisolasi dari limbah air tahu, kemudian senyawa tersebut bisa dibuat menjadi  kapsul fitoestrogen.

Sedikit informasi saja, fitoestogen ini bisa manggantikan hormon estrogen yang hanya diproduksi sedikit pada wanita menopause. Selama ini untuk mengatasi gejala penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya hormon estrogen digunakan suntikan hormonal estrogen yang sintetik. Ternyata ini menimbulkan efek samping yang berbahaya yaitu kanker. Oleh karena itu, untuk mengurangi sakit gejala monopause maka dapat digunakan kapsul fitoesrogen (estrogen alami) yang tidak menimbulkan efek kanker.

Dalam waktu kurun satu bulan akhirnya kami dapat menyelesaikan “proyek” ini. Banyak kisah dan kenangan yang terukir dalam penciptaan karya ini.

Awalnya rencana pembuatan kapsul ini sempat akan dibatalkan karena jefri ada keperluan keluar kota. Waktu itu sempat ku menangis. Tidak tahu kenapa. Air mataku jatuh saja waktu itu. tapi Alhamdulillah akhirnya tidak jadi dibatalkan.

Sebenarnya banyak hambatan yang kami temui dalam proses pembuatan kapsul ini. Yang pertama waktu yang mendesak. Saat itu waktu yang tersisa hanya tinggal 40 hari sampai batas hari terakhir produk dikirim. Jadi memang sangat dituntut kerja sama Tim. Jadi jikalau saja ada yang tidak berpastisipasi dalam pembuatannya, tentu waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Dan pasti produk ini tidak siap diproduksi dalam waktu yang seharusnya.

Waktu 40 hari yang kami punya  tentunya tidak full dilakukan untuk penelitian ini. Banyak kegiatan wajib yang harus dilakukan. Pagi kami harus kuliah dari jam delapan pagi hingga jam dua belas siang. Dalam satu minggu itu, kami juga punya empat pratikum yang harus diikuti siang harinya setelah perkuliahan selesai. Jadi memang saat itu kami mencari jadwal pratikum yang berbeda-beda sehingga dapat mengerjakannya bergantian. Selain itu tentunya malam kami harus membuat laporan awal dan laporan akhir terkait pratikum yang kami lakukan.

Disela-sela waktu yang tersisalah kami mengerjakan produk kapsul ini. Atas kekompakan dan semangat tim akhirnya produk ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Satu hal yang masih kuingat jelas. Dimalam itu jam tujuh malam kami masih di pasar baru mengepaki produk kapsul estrogen beserta posternya. Semuanya baru siap jam delapan lewat. Hari itu adalah tanggal terakhir barang dikirimkan ke Unair tempat penyelenggara lomba. Jika malam itu semua jasa pengiriman sudah tutup, tentu “karya” kami itu tidak akan diperhitungkan oleh juri. Tapi Alhamdulillah dengan sedikit memaksa dan memelas ternyata sebuah TIKI di dekat jembatan Siti Nurbaya yang hampir tutup mau mengirimkan barang kami dengan Cap tanggal hari itu (Cap tanggal ini yang paling penting)

Banyak lagi hal yang bisa ku ingat dalam masa isolasi dan pembuatan kapsul itu. Salah satunya aku pernah mengirimkan SMS semangat kepada teman-teman tim lainnya. Disana kukatakan bahwa kita harus selalu semangat karena kita akan sama-sama “berenang ke Surabaya”. Nah, ini menjadi bahan tawaan Vanji kepadaku. Dengan gaya bicaranya yang khas dia mengolokku, mengajakku berenang ke Surabaya. Mungulangi  kata-kata di SMS yang kukirimkan padanya. 😀

Selang beberapa waktu, pengumuman pemenang pun di layangkan. Ternyata kami tidak termasuk peserta yang diundang ke Surabaya. Aku hanya menghela nafas. Kami semua tidak puas dengan hasil ini. Ya, kami kalah. Ternyata kami tidak masuk ke delapan besar nilai tertinggi. Tapi ternyata untuk Sumatra, poin kamilah yang tertinggi. Mungkin ini sudah takdir. Padahal pada lomba PIMFI ditahun –tahun sebelumnya, pemenang diambil berdasarkan nilai tertinggi di setiap pulau. Jika seandainya teknik penilaian tidak diubah, pasti sudah kami jadi “berenang” ke Surabaya. Tapi apa mau dikata. Takdir berkata lain. Tidak masalah, mungkin belum rizki kami pergi kesana. Tapi dibalik semua peristiwa ini, banyak sekali yang bisa ku ambil hikmahnya. Dekat dengan dosen, punya tim kerja, dan yang paling penting adalah ilmu dan pengalamannya.

Terima kasih kawan atas kerjasamanya. Terima kasih telah mengukir sesuatu bersamaku diwaktu itu. Pengalaman ini takkan kulupakan. Masa-masa indah inilah yang nantinya selalu bisa kukenang. Dan semoga sepotong kisahku bersamamu kawan, bisa keceritakan nantinya kepada keluarga kecilku.

Mohon maaf atas segala salah dan kekuranganku waktu itu. konflik pasti ada karena semua kita punya hati untuk merasa. Oleh karena itu, untuk semua salah yang disengaja dan tidak disengaja, mohon direlakan dengan hati yang terbuka.

Inilah sedikit kesanku tentangmu sahabat,

Ardilla Kemala Dewi

ImageAwal kukenal dirimu sobat, semua yang ku lihat di dirimu terasa biasa saja. Ya, semuanya biasa-biasa saja. Tapi waktu berkata lain. seiring waktu berjalan, keelokan hatimu mengubah semua pandanganku kepadamu. Semua yang dulunya terlihat biasa, menjadi tidak lagi biasa. Semua karena sifatmu yang begitu baik sahabat.

Senyummu merekah buat siapa saja. Kau pun rela dan siap membantu siapa saja. Tak pandang bulu. Tak pernah berprasangka buruk pada siapapun. Semakin lama kumengenalmu, semakin kagum ku dengan sifatmu.

Maafkan aku yang tidak sempat hadir dihari bahagiamu diwaktu wisuda itu. jarak telah memisahkan kita. Tapi sekali lagi, laut luas yang memisahkan kita tak mampu menghapus ingatanku padamu. Dalam setiap saat, kau selalu berfikir positif. Apapun yang terjadi, kau selalu berkata halus dan tersenyum.

Saat ku marah, kau pun menenangkanku. Cahaya matamu begitu ikhlas. Sungguh aku salut padamu. Tahukah kau kawan, disaat masa-masa sulitku, kuingat senyum tulusmu itu. Caramu menghadapi dunia membuatku tersentuh.

 Apapun yang dilakukan dunia padamu, kau tetap berlaku anggun. Itulah pelajaran penting yang kuambil darimu Sobat. Ingin kumenjadi wanita sholehah sepertimu. Sungguh. Beruntunglah lelaki yang nantinya mempersuntingmu.

Semoga kau mendapatkan jodoh terbaik dari Allah. Amin

Vanji Ikhsan Azis

ImageJika dilihat sekilas, vanji ini adalah orang yang angkuh. Sungguh itu adalah penilaian pertamaku padamu kawan. Tapi kepedulianmu pada angkatan saat kau sebagai komting, membuatku hormat kepadamu. Sungguh dulu aku sangat menghargaimu karena kemampuan bicaramu dihadapan kami semua. Itu diawal-awal perkuliahan.

Tapi disemester dua, ada satu kata yang kau langgar  yang pernah kau ucap didepan semua angkatan 2009. Waktu itu rasa seganku memudar padamu kawan. Tapi lambat laun, aku pun dapat memahami semua. Tidak ada yang sempurna di atas dunia ini.

Senang pernah satu tim denganmu. Meski kita sering bekerja dalam satu tim, tapi kadang ku merasa tidak mengenalmu. Tapi terkadang kita begitu akrab. Ya, kita seperti bunglon. Bisa berubah dimana kita berada.

Sekali lagi kukatakan, satu hal yang kusalut darimu adalah kemampuanmu berbicara dihadapan orang banyak dengan bahasa yang meyakinkan. Satu hal yang tidak kusuka darimu adalah meninggalkan lawan bicara seenaknya tanpa permisi mau meninggalkannya. Itu tidak hanya kurasakan sendiri sobat. Tapi teman-teman lain juga berkomentar seperti itu tentang dirimu. Itu juga satu hal yang membuat respesct mereka berkurang kepadamu. Mereka merasa tidak dihargai, karena itu akhirnya mereka kurang menghargaimu.

Saat ini, apapun kegiatanmu kawan, aku sudah tidak tahu lagi.Tapi yang pasti, aku tahu itu adalah pilihan terbaikmu. Semoga sukses. Meskipun kita tak lagi berkomuniskasi, semoga kau baik-baik saja disana. Semoga jabatanmu sebagai Wapres Unand saat ini bisa membuat Unand lebih baik kedepannya.

Jefri Efranda

ImageSelain kita sering bekerja satu tim, tapi kita juga sering pergi bermain bersama teman-teman yang lain. banyak hal yang ku tahu tentangmu kawan. Termasuk tentang sifatmu.

Meski saat ini IPK mu tidak setinggi mereka, tapi kau harus bangga dengan dirimu sendiri. Setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Syukuri saja semuanya. Pasti kau tau maksudku ini kawan.

Disaat kita bekerja satu tim dalam pembuatan kapsul estrogen itu, ku tahu kita disaat itu pernah ada masalah. Kamu berbicara semaumu. Dan akupun berbicara semauku. Meski saat itu kata-kata itu menimbulkan sakit dihati, tapi saat ini, itu tak lagi kupermasalahkan. Entah kau lupa atau tidak kawan tentang itu, semoga hal itu bisa menyadarkan kita bahwa kita baru tahu arti penting suatu pertemuan ketika perpisahan itu telah datang.

Intensitas pertemuan kita dikampus dan banyak kegiatan yang dilakukan bersama membuat kita memandang biasa saja kepada teman itu. Tapi setelah berpisah, baru teringatlah semua kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Begitu jugalah pendapatku padamu sahabat.

Ya, saat ini kita memang sudah tidak lagi mengerjakan “proyek” bersama wahai Sekjen ISMAFARSI. Ini adalah kesempatan istimewamu untuk menebarkanlah manfaat sebanyak-banyaknya untuk semua mahasiswa farmasi di seluruh Indonesia. Salam sukses selalu  dariku untukmu sobat.

ImageImage **Pontianak, 17.00 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s