Dia

Dia wanita  yang masih silau dengan usia mudanya.

Godaan tangan dunia kini menggelitiknya.

Wajah cantik yang dulu mempesona kini semakin mempesona, meski kadang gurat keningnya membuat orang ragu akan kemampuannya.

 

Jika dilihat, dia seperti mawar. Indah. Namun terkadang tidak sengaja melukai manusia yang menyentuhnya.

Kadang dia seperti pohon yang rimbun. Begitu teduh. Tak segan memberi kesejukan bagi yang berlindung di bawahnya.

Tapi jangan heran, dia bisa berlari kencang seperti rusa. Jika dia mau. Jika dunia telah menyudutkannya.

 

Setiap malam dia mencintai kesunyian.

Tenggelam bersama larutan kegelapan.

Setiap malam dia bercengkrama dalam diam.

Berteriak tanpa suara, menangis  tanpa air mata.

Dan sudah pasti dinding telah menjadi sahabat karib yang selalu menemani dalam kebisuan.

Tapi dia tidak tahu, susunan kaku batu merah itu terkadang menertawakannya.

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s