Renungan insan SGI

Hari selalu  berganti. Jam selalu berputar. Dan detik pun terus begulir. Takkan pernah ada yang bisa menahannya. Dan memang akan terus seperti ini meskipun anda berteriak memintanya berhenti. Memang sudah kodratnya seperti itu. Waktu akan terus beranjak meskipun anda tidak pernah bergerak sedikitpun.

Lihat diri anda saat ini. Apa yang baru saja anda lakukan? Tanyakan pada diri anda. Tanya pada hati anda. Apakah semua tindakan itu mendukung semesta untuk mencapai semua mimpi yang anda mau?

Hidup ini keras. Kalau tidak anda yang mewujukannya, terus siapa lagi? Orang tua anda? Kekasih anda? Teman anda? Atau keluarga anda? Setinggi langit pun motivasi yang diberikan,  sebesar dunia dukungan yang dibisikkan, jika tidak ada perubahan yang ingin anda capai, semua akan percuma saja. Bait-bait perkataan mereka hanya akan seperti tulisan di bibir pantai, terhapus oleh ganasnya gelombang.

Sekarang cobalah untuk memantapkan hati. Lihatlah kedepan. Jalan masih panjang. Meski sekarang anda tidak pernah peduli, tapi cobalah lihat orang-orang yang mencintai anda. Tidakkah anda ingin mengukir sedikit senyuman diwajah mereka?

 Bayangkan dua sosok manusia mulia yang saat ini bersusah payah untuk mencari biaya pendidikan anda. Mereka mengusahakan apa saja untuk kesuksesan anda. Mengumpulkan sedikit demi sedikit materi untuk kejayaan anda. Tapi apa yang anda lakukan saat ini? Tertawa tanpa pernah berencana mengukir senyum diwajah mereka?

Dimana letak kejernihan sebongkah daging yang ada didalam dada? Apakah telah tertutup oleh kotoran debu dunia? Kembali bertanya pada diri sendiri. Apa yang telah terjadi? Tidak ada satu pun masalah dalam diri yang anda tidak tahu jalan keluarnya. Karena, semua masalah itu anda yang menciptakan. Dan memang anda lah professor untuk diri anda sendiri.

Namun, terkadang kita terlalu naïf bertanya kepada orang lain. Tapi sungguh dilubuk hati yang paling dalam, anda tahu bagaimana menyelesaikan benang kusut itu. Karena memang sesungguhnya anda adalah manusia cerdas yang di ciptakan Tuhan. Jadi jika saat ini anda merasa bodoh atas apa yang anda lakukan, itu terukir karena kesalahan anda. Memang anda tidak menjadikan kebodohan itu suatu pilihan. Tapi, gerak tubuh dan tatapan anda membuat semesta beranggapan begitu. Bahkan dedaunan pun akan menertawakan anda. Menginjak-injak harga diri anda.

 Apakah itu yang anda mau? Apakah memang itu yang anda inginkan? Cobalah fikirkan. Coba anda renungkan. Bayangkan kembali raut dua wajah  yang dulu mempesona namun kini telah lekang dimakan dunia karena mengupayakan sesuatu untuk anda. Sosok yang menyayangi anda.  Mencintai anda melebihi cinta kepada dirinya. Apapun akan mereka lakukan untuk kebahagiaan anda. Bahkan mereka pun akan siap menggadaikan nyawa mereka dengan sejumlah rupiah demi kesuksesan anda.

Suatu saat anda akan memahami dan merasakan cinta itu. Perlahan tapi pasti, waktu akan menjawab semuanya. Berapapun umur anda saat ini belum bisa menentukan kedewasaan anda. Karena memang, semakin bertambahnya umur belum tentu membuat anda bertambah dewasa. Memang betul bisikan orang, “dewasa itu pilihan”. Jadi sekarang semua pilihan ada ditangan anda. Masa depan ada dalam genggaman anda. Mulailah bergerak sebelum anda tidak lagi memiliki kesempatan untuk membalas jasa mereka.

Pada hakikatnya, kebahagiaan sosok dua makhluk yang bersahaja itu adalah kebahagiaan anda. Karena itu, tetaplah menjaga semangat seperti dipagi hari meskipun mentari telah hendak meninggalkan bumi.  Tanamkan niat anda. Tancapkan ke ulu hati hingga tidak goyang meski di hempas badainya dunia. Dan melangkahlah karena pijakan pertama itu menentukan masa depan anda.

*** Coretan ini saya tulis ketika saya diisolasikan sendiri di pavilium 5 dikala semua aktivis SGI V latihan PBB di bawah langit senja 😀 (pukul 17.00, 29 Juli 2013). Saya menikmati pengasingan ini. Terima kasih 😀 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s